Carry

Suzuki Carry 1.0 Personal Van
Minibus Kemasan Baru yang Bebas Dempul

JAKARTA – PT Indomobil Niaga International (PT IMNI) meluncurkan Suzuki ST 100 terbaru di Pekan Raya Jakarta, Kamis (12/6) lalu. Nama yang disandangnya kini adalah Suzuki Carry 1.0 Personal Van. Tak seperti biasanya, kali ini petinggi PT IMNI yang hadir hanya diwakili Bebin Juana, manajer pemasarannya. Peluncuran mobil yang terkesan kelewat sederhana, tanpa suguhan minum tersebut dimaklumi kalangan media yang hadir.
Mini bus baru ini memiliki 5 pintu, 9 tempat duduk yang sangat memudahkan kita untuk keluar masuk ke dalam mobil. Yang membedakannya dengan produk terdahulunya adalah Personal Van 1.0 dirakit dengan tingkat presisi yang tinggi dan bebas dempul. Bodi dan rangka mobil ini merupakan full fabrication dan press body. Rangka yang bebas dempul ini mengalami proses sistem CED (Cathodic Electro Deposition) untuk menghasilkan cat yang lebih sempurna. Semua proses ini memperpendek waktu produksi dan menghasilkan bodi yang lebih anti karat.
Personal Van 1.0 ini dijual lebih murah ketimbang city car yakni Rp. 66.900.000 dan tersedia dalam 3 warna yaitu Suzuki Red, Atlantis Blue dan Grove Green. Kendaraan ini menggunakan mesin 1.000 cc yang bandel, hemat bahan bakar, mudah perawatannya dan suku cadang mudah didapat di manapun Mesin menggunakan type F 10 A, 4 silinder, 8 katup dengan memiliki kapasitas bahan bakar 33 liter
Menurut Bebin, Suzuki Carry memang sejak lama sudah melekat di hati masyarakat luas. Sampai-sampai jika ada merek lain yang mirip, orang menyebutnya tetap mobil Carry. Untuk mencapai ke tahap ini, Suzuki memiliki sejarah panjang. Bebin mengungkapkan, pada tahun 1973 Suzuki membuka babak baru di Indonesia dengan memasukkan kendaraan mungil dan lucu. Tiga tahun kemudian masuk lagi model baru, Suzuki Carry ST-10 yang digerakkan dengan mesin 550 cc. Muncul lagi Suzuki ST-20 pada tahun 1980 yang menggunakan mesin 550 cc 3 silinder.

Kapasitas Mesin
Setelah terjadi perubahan seiring dengan kebijakan pemerintah berkaitan dengan kapasitas mesin, maka mesin menjadi 1000 cc yang menjadi cikal bakal Suzuki seperti sekarang ini. Tapi, ungkap Bebin, perubahan mesin menjadi 4 silinder terjadi pada tahun 1985. Begitu pula terjadi penyempurnaan lainnya seperti pada peredam mesin, profil depan, dash board serta tempat duduk.
“Pada tahun 1986 Suzuki berhasil meraih The Best Seller Car di Indonesia. Setahun kemudian Suzuki Carry ini melakukan penyempurnaan dengan memakai disc brake, air cooling system, lampu halogen yang berbentuk kotak,” ujarnya. Juga ruang kaki penumpang yang lebih luas, wiper ala sedan, suspensi double action, stir baru dan kaca spion. Dua tahun kemudian keluar tipe terbaru dengan transmisi 5 kecepatan, dash board ala sedan, dan kelengkapan lain seperti laci yang praktis, kisi AC, dan console box.
Setelah sukses pertama kali sejak diluncurkannya pada tahun 1985, Suzuki ST 100 kini telah mencapai 372.800 unit. Penggunaannya luas sekali, mulai kendaraan pribadi (mini van), angkutan kota, sampai pick up sebagai kendaraan usaha. Melihat sukses Carry 1000 cc, Suzuki kembali ingin memproduksi lagi namun dengan nama baru yakni Suzuki Carry 1.0 Personal Van yang murah meriah.(tot)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s